
III. EPILOG
Sebagian besar kitab pusaka ini berisi metoda belajar. Belum tentu Anda cocok dengan metoda saya. Bagus atau tidaknya nilai TOEFL dan GMAT Anda berpulang pada diri Anda sendiri, bukan saya. Lebih baik Anda menggali sendiri metoda yang pas untuk Anda. Anda tentunya pernah mendengar ungkapan... Work smarter not harder. Menurut saya, ungkapan yang benar adalah... Work smarter not harder; but if you cannot work smarter, you should work harder.
Jadi, Anda harus belajar keras. Saya percaya bahwa Anda belum mengeluarkan seluruh kemampuan Anda. Anda mampu memaksa diri Anda. Akan tetapi, jika Anda sudah belajar keras tapi tidak bisa, berarti ada sesuatu yang salah dengan cara belajar Anda. Bermula dari sinilah Anda bisa bereksperimen untuk menemukan metoda yang pas buat Anda.
Walaupun demikian, kalau Anda tidak mampu menggali potensi diri Anda sendiri, belajarlah melalui buku atau bertanya pada orang lain. Tepat sekali dugaan Anda! Memang benar kitab pusaka ini saya maksudkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Banyak teman-teman yang menghabiskan waktu untuk mengerjakan latihan-latihan TOEFL dan GMAT berulang-ulang tanpa hasil yang nyata. Menurut saya, bukan porsi latihannya yang kurang, akan tetapi, bisakah mereka mengambil manfaat dari latihan tersebut?
Belajarlah dari kesalahan Anda. Sewaktu mengoreksi latihan Anda, sediakan waktu yang cukup untuk menganalisa kesalahan Anda. Jika jawaban Anda salah, Anda tidak hanya perlu mengetahui jawaban mana yang benar, tapi Anda perlu mengetahui dan memperbaiki jalan pikiran Anda yang salah. Jika jawaban Anda sudah benar, Anda tetap perlu untuk memperhatikan bagian explanatory answer untuk melihat kemungkian bahwa Anda bisa menjawab soal tersebut lebih cepat lagi.
Perhatikan juga antara gejala (symptom) dengan penyebab utamanya. Sebagai contoh, seorang teman saya mengeluh karena ia kerap kali mengganti jawaban yang sudah benar dengan jawaban yang salah pada TOEFL. Ia menganggap dirinya kurang percaya diri. Saya mencoba belajar bersama dia. Pengamatan saya menunjukkan bahwa ia memberikan jawaban salah atas dasar teori salah yang diyakini sebagai kebenaran. Jadi, rasa kurang percaya diri bukan merupakan penyebab utama, akan tetapi kelemahan pada dasar teori grammar lah yang merupakan penyebab utamanya. Selain itu juga, keengganannya untuk menerima hal-hal yang baru dari orang lain juga memperlambat proses belajarnya.
Saya sering terheran-heran melihat teman-teman yang menganggap nilai TOEFL dan GMAT nya sudah cukup. Mereka membandingkan nilai mereka dengan orang-orang ynag mendapatkan nilai lebih rendah dari mereka! Kalau sikap mental ini terus berlangsung, bagaimana mungkin kita termotivasi untuk meraih nilai yang lebih tinggi?
Jangan lupa, sebelum Anda menempuh ujian TOEFL atau GMAT, berlatihlah mengerjakan seluruh soal (3 section untuk TOEFL atau 7 section untuk GMAT) tanpa putus. Hal ini penting untuk mengecek stamina dan menambah kesiapan mental Anda.
Dalam ujian, jika Anda menghapus dan mengganti jawaban Anda, lakukanlah dengan sebersih-bersihnya. Hand-scoring biasanya lebih tinggi dari computer- scoring karena scanner ETS terlalu peka sehingga menghitung jawaban Anda dua kali pada satu nomer yang sudah Anda perbaiki dan menganggap dua jawaban sebagai kesalahan. Pengalaman ini sering terjadi pada rekan-rekan yang meminta hand-scoring dari ETS.
Sekian dulu surat saya. Nantikanlah pemunculan kitab pusaka edisi terbaru. Selamat belajar.
Sebagian besar kitab pusaka ini berisi metoda belajar. Belum tentu Anda cocok dengan metoda saya. Bagus atau tidaknya nilai TOEFL dan GMAT Anda berpulang pada diri Anda sendiri, bukan saya. Lebih baik Anda menggali sendiri metoda yang pas untuk Anda. Anda tentunya pernah mendengar ungkapan... Work smarter not harder. Menurut saya, ungkapan yang benar adalah... Work smarter not harder; but if you cannot work smarter, you should work harder.
Jadi, Anda harus belajar keras. Saya percaya bahwa Anda belum mengeluarkan seluruh kemampuan Anda. Anda mampu memaksa diri Anda. Akan tetapi, jika Anda sudah belajar keras tapi tidak bisa, berarti ada sesuatu yang salah dengan cara belajar Anda. Bermula dari sinilah Anda bisa bereksperimen untuk menemukan metoda yang pas buat Anda.
Walaupun demikian, kalau Anda tidak mampu menggali potensi diri Anda sendiri, belajarlah melalui buku atau bertanya pada orang lain. Tepat sekali dugaan Anda! Memang benar kitab pusaka ini saya maksudkan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Banyak teman-teman yang menghabiskan waktu untuk mengerjakan latihan-latihan TOEFL dan GMAT berulang-ulang tanpa hasil yang nyata. Menurut saya, bukan porsi latihannya yang kurang, akan tetapi, bisakah mereka mengambil manfaat dari latihan tersebut?
Belajarlah dari kesalahan Anda. Sewaktu mengoreksi latihan Anda, sediakan waktu yang cukup untuk menganalisa kesalahan Anda. Jika jawaban Anda salah, Anda tidak hanya perlu mengetahui jawaban mana yang benar, tapi Anda perlu mengetahui dan memperbaiki jalan pikiran Anda yang salah. Jika jawaban Anda sudah benar, Anda tetap perlu untuk memperhatikan bagian explanatory answer untuk melihat kemungkian bahwa Anda bisa menjawab soal tersebut lebih cepat lagi.
Perhatikan juga antara gejala (symptom) dengan penyebab utamanya. Sebagai contoh, seorang teman saya mengeluh karena ia kerap kali mengganti jawaban yang sudah benar dengan jawaban yang salah pada TOEFL. Ia menganggap dirinya kurang percaya diri. Saya mencoba belajar bersama dia. Pengamatan saya menunjukkan bahwa ia memberikan jawaban salah atas dasar teori salah yang diyakini sebagai kebenaran. Jadi, rasa kurang percaya diri bukan merupakan penyebab utama, akan tetapi kelemahan pada dasar teori grammar lah yang merupakan penyebab utamanya. Selain itu juga, keengganannya untuk menerima hal-hal yang baru dari orang lain juga memperlambat proses belajarnya.
Saya sering terheran-heran melihat teman-teman yang menganggap nilai TOEFL dan GMAT nya sudah cukup. Mereka membandingkan nilai mereka dengan orang-orang ynag mendapatkan nilai lebih rendah dari mereka! Kalau sikap mental ini terus berlangsung, bagaimana mungkin kita termotivasi untuk meraih nilai yang lebih tinggi?
Jangan lupa, sebelum Anda menempuh ujian TOEFL atau GMAT, berlatihlah mengerjakan seluruh soal (3 section untuk TOEFL atau 7 section untuk GMAT) tanpa putus. Hal ini penting untuk mengecek stamina dan menambah kesiapan mental Anda.
Dalam ujian, jika Anda menghapus dan mengganti jawaban Anda, lakukanlah dengan sebersih-bersihnya. Hand-scoring biasanya lebih tinggi dari computer- scoring karena scanner ETS terlalu peka sehingga menghitung jawaban Anda dua kali pada satu nomer yang sudah Anda perbaiki dan menganggap dua jawaban sebagai kesalahan. Pengalaman ini sering terjadi pada rekan-rekan yang meminta hand-scoring dari ETS.
Sekian dulu surat saya. Nantikanlah pemunculan kitab pusaka edisi terbaru. Selamat belajar.
