
2.B.1. SENTENCE CORRECTION
Padanan bagian ini di TOEFL adalah Section II: Structure and Written Expression. Untuk TOEFL, Anda perlu menguasai grammar secara menyeluruh. Untuk GMAT, tidak seperti yang diduga orang selama ini, grammar yang sering muncul pada sentence correction hanya terdiri dari 6 saja. Menurut Princeton Review, 6 masalah yang mendominasi sentence correction adalah:
1. Pronoun-reference errors.
2. Misplaced modifier / dangling modifier.
3. Parallel construction errors.
4. Idiom / diction errors.
5. Subject-verb agreement errors.
6. Comparison errors.
Sekitar setengah dari keseluruhan soal pada sentence correction berkaitan dengan idiom / diction errors, baik berdiri sendiri ataupun dikombinasikan dengan error lainnya. Idiom atau diction (pilihan kata yang tepat) mudah diingat jika Anda sering membaca dan menghafalkannya dari buku grammar. Sayang sekali saya belum menemukan cara lainnya.
Karena kitab pusaka ini bukan kitab pusaka grammar, silahkan merujuk ke buku grammar/TOEFL Anda untuk penjelasan ke 6 hal tersebut di atas selengkapnya. Walaupun hanya 6 masalah, kenapa sentence correction di GMAT jauh lebih sulit dari pada padanannya di TOEFL?
Vocabulary di GMAT jauh lebih canggih dari pada di TOEFL. Selain itu juga, kalimat yang dipakai pada TOEFL adalah kalimat yang pendek-pendek. Sebaliknya, pembuat soal GMAT senang sekali dengan kalimat yang panjang - panjang dengan menambahinya dengan phrase atau clause. Dengan mengetahui punctuation dan grammar, Anda dapat memecah kalimat tersebut menjadi bagian - bagian kecil yang lebih sederhana. Misalnya, mengganti subject kalimat yang aduhai panjangnya dengan satu kata: they.
Selanjutnya, prinsip mengerjakannya adalah dengan mengetahui terlebih dahulu kategori kesalahan (dari 6 jenis kesalahan) pada kalimat aslinya. Caranya yaitu dengan:
1. Mengetahui kunci kata.
Contoh:
a. Jika Anda menemukan kata ... more ... than ..., berarti masalah yang Anda hadapi adalah comparison error. Perhatikan apakah yang dibandingkan kata yang sejenis atau tidak, misalnya noun dengan noun, dsb.
b. Jika Anda menemukan kata ... not only ..., berarti harus diikuti dengan ... but also ... Jika hanya diikuti oleh ... but ... atau ... and also... berarti jawabannya pasti salah. Ini adalah masalah idiomatic expression yang tidak bias diganggu gugat. Soal ini biasanya muncul pada setiap ujian GMAT.
c. Jika Anda menemukan kata Hopefully ... di awal kalimat, kalimat ini pasti salah. Unidiomatic, kata ETS. Pilihan kata yang benar adalah I hope that ... Soal ini juga biasa muncul di GMAT.
2. Jika resep no. 1 tidak mempan, Anda tetap bisa menemukan kategori kesalahan dengan membandingkan jawaban B, C, D, dan E. Misalkan pada jawaban-jawaban tersebut Anda menemukan pronoun (misalnya she, he, they, it, dsb) berulang-ulang. Pastikan bahwa pronoun tersebut (misalkan it) merujuk pada satu kata yang pasti (misalnya the root) dan tidak menimbulkan keraguan, misalnya (misalnya the root atau the tree ?) Ini adalah masalah pronoun-reference error.
Setelah Anda menemukan kategori kesalahannya, dengan mudah Anda akan menemukan jawaban yang benar. Walaupun Anda sudah mendapatkan kalimat dengan grammar yang benar, Anda tetap harus hati-hati: Pastikan bahwa kalimat tersebut tidak merubah makna kalimat asalnya. Jika kalimat dengan grammar yang betul itu merubah makna kalimat asalnya, berarti Anda harus mencari pilihan lainnya.
Biasanya, seperlima jawaban soal pada sentence correction adalah A. Artinya, kalimat asli sudah benar. Jadi, jika Anda sudah menjawab 21 dari 27 soal (yang sangat sulit untuk dicapai), sementara Anda belum pernah memberikan jawaban A, Anda boleh langsung tembak: 6 buah jawaban soal lainnya adalah A. Boleh jadi tidak semua jawaban pada 6 soal tersebut adalah A. Akan tetapi, total nilai yang Anda dapatkan pasti melebihi pengurangan nilai jika jawaban Anda salah.
Padanan bagian ini di TOEFL adalah Section II: Structure and Written Expression. Untuk TOEFL, Anda perlu menguasai grammar secara menyeluruh. Untuk GMAT, tidak seperti yang diduga orang selama ini, grammar yang sering muncul pada sentence correction hanya terdiri dari 6 saja. Menurut Princeton Review, 6 masalah yang mendominasi sentence correction adalah:
1. Pronoun-reference errors.
2. Misplaced modifier / dangling modifier.
3. Parallel construction errors.
4. Idiom / diction errors.
5. Subject-verb agreement errors.
6. Comparison errors.
Sekitar setengah dari keseluruhan soal pada sentence correction berkaitan dengan idiom / diction errors, baik berdiri sendiri ataupun dikombinasikan dengan error lainnya. Idiom atau diction (pilihan kata yang tepat) mudah diingat jika Anda sering membaca dan menghafalkannya dari buku grammar. Sayang sekali saya belum menemukan cara lainnya.
Karena kitab pusaka ini bukan kitab pusaka grammar, silahkan merujuk ke buku grammar/TOEFL Anda untuk penjelasan ke 6 hal tersebut di atas selengkapnya. Walaupun hanya 6 masalah, kenapa sentence correction di GMAT jauh lebih sulit dari pada padanannya di TOEFL?
Vocabulary di GMAT jauh lebih canggih dari pada di TOEFL. Selain itu juga, kalimat yang dipakai pada TOEFL adalah kalimat yang pendek-pendek. Sebaliknya, pembuat soal GMAT senang sekali dengan kalimat yang panjang - panjang dengan menambahinya dengan phrase atau clause. Dengan mengetahui punctuation dan grammar, Anda dapat memecah kalimat tersebut menjadi bagian - bagian kecil yang lebih sederhana. Misalnya, mengganti subject kalimat yang aduhai panjangnya dengan satu kata: they.
Selanjutnya, prinsip mengerjakannya adalah dengan mengetahui terlebih dahulu kategori kesalahan (dari 6 jenis kesalahan) pada kalimat aslinya. Caranya yaitu dengan:
1. Mengetahui kunci kata.
Contoh:
a. Jika Anda menemukan kata ... more ... than ..., berarti masalah yang Anda hadapi adalah comparison error. Perhatikan apakah yang dibandingkan kata yang sejenis atau tidak, misalnya noun dengan noun, dsb.
b. Jika Anda menemukan kata ... not only ..., berarti harus diikuti dengan ... but also ... Jika hanya diikuti oleh ... but ... atau ... and also... berarti jawabannya pasti salah. Ini adalah masalah idiomatic expression yang tidak bias diganggu gugat. Soal ini biasanya muncul pada setiap ujian GMAT.
c. Jika Anda menemukan kata Hopefully ... di awal kalimat, kalimat ini pasti salah. Unidiomatic, kata ETS. Pilihan kata yang benar adalah I hope that ... Soal ini juga biasa muncul di GMAT.
2. Jika resep no. 1 tidak mempan, Anda tetap bisa menemukan kategori kesalahan dengan membandingkan jawaban B, C, D, dan E. Misalkan pada jawaban-jawaban tersebut Anda menemukan pronoun (misalnya she, he, they, it, dsb) berulang-ulang. Pastikan bahwa pronoun tersebut (misalkan it) merujuk pada satu kata yang pasti (misalnya the root) dan tidak menimbulkan keraguan, misalnya (misalnya the root atau the tree ?) Ini adalah masalah pronoun-reference error.
Setelah Anda menemukan kategori kesalahannya, dengan mudah Anda akan menemukan jawaban yang benar. Walaupun Anda sudah mendapatkan kalimat dengan grammar yang benar, Anda tetap harus hati-hati: Pastikan bahwa kalimat tersebut tidak merubah makna kalimat asalnya. Jika kalimat dengan grammar yang betul itu merubah makna kalimat asalnya, berarti Anda harus mencari pilihan lainnya.
Biasanya, seperlima jawaban soal pada sentence correction adalah A. Artinya, kalimat asli sudah benar. Jadi, jika Anda sudah menjawab 21 dari 27 soal (yang sangat sulit untuk dicapai), sementara Anda belum pernah memberikan jawaban A, Anda boleh langsung tembak: 6 buah jawaban soal lainnya adalah A. Boleh jadi tidak semua jawaban pada 6 soal tersebut adalah A. Akan tetapi, total nilai yang Anda dapatkan pasti melebihi pengurangan nilai jika jawaban Anda salah.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home