
2.1.B. DATA SUFFICIENCY
Sebelum mempelajari bagian data sufficiency, Anda harus mahir mengerjakan bagian problem solving terlebih dahulu. Untuk bagian data sufficiency, agar cepat mengingat jawaban apa yang harus diberikan untuk kondisi tertentu, ingatlah susunan kata/huruf ini (dari buku terbitan Cliffs):
1 (First statement is sufficient to solve the problem, so choose A),
2 (Second, choose B),
T (Together, choose C),
E (Either, choose D),
N (Neither, choose E)
-------- 1 2 T E N
Biasanya, seseorang mengerjakan data sufficiency dengan cara sebagai berikut:
1. Baca soal
2. Baca statement no.1
3. Baca statement no.2
4. Koq bingung ya?
5. Menjawab soal (dan salah!)
Kalau Anda membaca statement 2 setelah statement 1, tanpa membaca soal kembali, kemungkinan besar Anda akan mengalami kerancuan karena pikiran Anda menganggap informasi pada statement 1 sebagai bagian dari soal. Karena itu, saya menyusun strategi sebagai berikut:
1. Baca soal.
Rubah soal kedalam persamaan matematik (jika perlu)
2. Baca statement no.2 (bukan no.1).
Rubah statement 2 kedalam persamaan matematik (jika perlu).
Beri tanda (misalnya Y atau N, T atau F): apakah statement 2 cukup untuk menjawab soal atau tidak.
3. Baca soal kembali.
4. Baca statement no.1.
Rubah statement 1 kedalam persamaan matematik (jika perlu).
Beri tanda (misalnya Y atau N, T atau F): apakah statement 1
cukup untuk menjawab soal atau tidak.
5. Menjawab soal (A/B/C/D/E).
Pada Problem Solving, Anda boleh memperkirakan besar suatu sudut dan besaran-besaran lainnya hanya dengan melihat perbandingan dimensi dari gambarnya saja. Berlainan dengan Problem Solving, Data Sufficiency biasanya menggunakan gambar yang tidak sesuai dengan skala. Selain itu pula, janganlah Anda menggunakan asumsi dan interpretasi Anda sendiri terkecuali dinyatakan dalam soal.
Misalkan Anda melihat kurva berbentuk setengah lingkaran, janganlah Anda mengasumsikan bahwa kurva tersebut pasti berbentuk setengah lingkaran, terkecuali dijelaskan bahwa kurva tersebut memang berbentuk setengah lingkaran. Sebaliknya, jika sudah jelas dinyatakan dalam suatu soal bahwa suatu segi tiga adalah siku-siku, tanpa ragu-ragu, gunakan teorema Phytagoras untuk menyelesaikan soal tersebut.
Sebelum mempelajari bagian data sufficiency, Anda harus mahir mengerjakan bagian problem solving terlebih dahulu. Untuk bagian data sufficiency, agar cepat mengingat jawaban apa yang harus diberikan untuk kondisi tertentu, ingatlah susunan kata/huruf ini (dari buku terbitan Cliffs):
1 (First statement is sufficient to solve the problem, so choose A),
2 (Second, choose B),
T (Together, choose C),
E (Either, choose D),
N (Neither, choose E)
-------- 1 2 T E N
Biasanya, seseorang mengerjakan data sufficiency dengan cara sebagai berikut:
1. Baca soal
2. Baca statement no.1
3. Baca statement no.2
4. Koq bingung ya?
5. Menjawab soal (dan salah!)
Kalau Anda membaca statement 2 setelah statement 1, tanpa membaca soal kembali, kemungkinan besar Anda akan mengalami kerancuan karena pikiran Anda menganggap informasi pada statement 1 sebagai bagian dari soal. Karena itu, saya menyusun strategi sebagai berikut:
1. Baca soal.
Rubah soal kedalam persamaan matematik (jika perlu)
2. Baca statement no.2 (bukan no.1).
Rubah statement 2 kedalam persamaan matematik (jika perlu).
Beri tanda (misalnya Y atau N, T atau F): apakah statement 2 cukup untuk menjawab soal atau tidak.
3. Baca soal kembali.
4. Baca statement no.1.
Rubah statement 1 kedalam persamaan matematik (jika perlu).
Beri tanda (misalnya Y atau N, T atau F): apakah statement 1
cukup untuk menjawab soal atau tidak.
5. Menjawab soal (A/B/C/D/E).
Pada Problem Solving, Anda boleh memperkirakan besar suatu sudut dan besaran-besaran lainnya hanya dengan melihat perbandingan dimensi dari gambarnya saja. Berlainan dengan Problem Solving, Data Sufficiency biasanya menggunakan gambar yang tidak sesuai dengan skala. Selain itu pula, janganlah Anda menggunakan asumsi dan interpretasi Anda sendiri terkecuali dinyatakan dalam soal.
Misalkan Anda melihat kurva berbentuk setengah lingkaran, janganlah Anda mengasumsikan bahwa kurva tersebut pasti berbentuk setengah lingkaran, terkecuali dijelaskan bahwa kurva tersebut memang berbentuk setengah lingkaran. Sebaliknya, jika sudah jelas dinyatakan dalam suatu soal bahwa suatu segi tiga adalah siku-siku, tanpa ragu-ragu, gunakan teorema Phytagoras untuk menyelesaikan soal tersebut.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home